BAB 1 MAKHLUK HIDUP
A. TEORI EVOLUSI
MAKHLUK HIDUP
1. Charles Darwin (1809-1882)
Charles darwin yang berpendapat
bahwa evolusi dapat terjadi karena seleksi alam. Seleksi alam Charles Darwin
merupakan didasarkan pada hasil observasi yang dibuatnya yaitu...
- Lebih baik keturunan yang dihasilkan dari pada benar-benar mampu bertahan hidup
- Dalam suatu spesies tidak ada individu yang identik (sama) karna selalu terjadi variasi dan beberapa individu yang memiliki sifat-sifat yang cocok dengan kondisi lingkungan yang ada dibandingkan individu yang lainnya.
- Setiap populasi umumnya akan bertambah terus karna bereproduksi
- Pertambahan populasi dibatasi faktor-faktor pembatas yang membuat kenaikan populasi tidak berjalan mulus
- Adanya seleksi alam yang membuat setiap individu harus beradaptasi terhadap lingkungannya, dan yang berhasil hdup akan mewariskan sifat-sifat keturunannya.
Dalam buku "The
Origins of Spesies", Charles
Darwin menulis 4 pokok pikiran mengenai evolusi. Isi 4 pikiran Charles Darwin
adalah sebagai berikut...
- Bentuk-bentuk tidaklah bersikap tetap tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan terus menerus.
- Spesies-spesies yang ada sekarang merupakan hasil evolusi dari spesies-spesies yang terdahulu
- Spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari keturunan yang sama
- Seleksi salam merupakan mekanisme untuk terjadinya evolusi
2. Jean Baptise Lamarck (1744-1829)
Menurut Lamarck, Evolusi adalah
perubahan yang terjadi pada suatu individu yang disebabkan oleh faktor
lingkungan yang dapat diturunkan. Teori tersebut dikenal dengan Teori
Lamarckisme. Contoh Teori Lamarck, Lamarck berpendapat bahwa jerapah dulunya memiliki leher
pendek, namun akibat dari menggapai makanan yang ada diatas pohon yang
menyebabkan leher jerapah tertarik atau teregang selama bertahun-tahun yang
membuat leher jerapah menjadi panjang.
Dalam bukunya "Philosophic Zoologique" yang berisi bahwa organisme mikroskopis muncul spontan dari bahan tidak hidup yang kemudian berevolusi menjadi bentuk-bentk yang lebih kompleks. Lamarck mempercayai bahwa evolusi terjadi saat suatu organisme bagian tubuh itu berubah sepanjang hidupnya dan perubahan dapat diwariskan kepada keturunannya.
3. Erasmus Darwin (1731-1802)
Dalam bukunya "Philosophic Zoologique" yang berisi bahwa organisme mikroskopis muncul spontan dari bahan tidak hidup yang kemudian berevolusi menjadi bentuk-bentk yang lebih kompleks. Lamarck mempercayai bahwa evolusi terjadi saat suatu organisme bagian tubuh itu berubah sepanjang hidupnya dan perubahan dapat diwariskan kepada keturunannya.
3. Erasmus Darwin (1731-1802)
Dalam bukunya yang berjudul
"Zoonomia or The Laws of Organic Life, Evolusi terjadi pada sebuah makhluk
hidup (Evolusi organic) termasuk manusia dan juga percaya bahwa karekteristik
yang diperolah orang tua kepada keturunannya.
4. Aristoteles (384-322 SM)
Menurut Aristoteles, evolusi dapat
terjadi yang didasarkan pada metafisika alam. Metafisika alam adalah mengubah
organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih
kompleks.
5. William Paley (1743-1805) Dalam bukunya "Natural
Thurology" yang berpendapat bahwa kekomplex makhluk hidup merupakan bukti
kerja sama sang pencipta.
B. PERUBAHAN PADA MAKHLUK HIDUP
1.Seleksi alam
Seleksi alam adalah pemilihan yang
dilakukan oleh alam untuk memilih makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup
dan makhluk hidup yang tidak dapat terus bertahan hidup. Makhluk hidup yang
terus dapat bertahan hidup akan tetap hidup sedangkan makhluk hidup yang
tidak dapat bertahan hidup akan mati.
Selama kehidupan di bumi ini terus berlangsung, peristiwa alam juga akan
terus berlangsung menyertai aktivitas kehidupan makhluk hidup. Peristiwa alam
tersebut dapat berlangsung setiap saat dan setiap waktu tanpa adanya kesiapan
dari makhluk hidup yang ada di alam ini. Peristiwa alam tersebut erat
hubungannya dengan kelangsungan hidup makhluk hidup seperti banjir, tanah
longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan bencana alam lain.
Keadaan tersebut dapat di artikan
bahwa alam telah melakukan seleksi terhadap mahluk hidup yang ada di dalamnya.
Mahluk hidup yang mampu bertahan hidup akan dapat bertahan hidup, sedangkan
mahluk hidup yang tidak bertahan hidup akan mati dan mengalami kepunahan.
Seleksi alam erat kaitannya dengan jenis (spesies), macam (varian),
rantai makanan, jaring-jaring makanan, perkembangbiakan secara kawin, genetika
dan adptasi. Proses perubahan karena seleksi alam tersebut berlangsung secara
perlahan, sedikit demi sedikit, dan dalam jangka waktu yang relatif sangat lama
(ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun).
Contoh seleksi alam:
1. Kepunahan Dinosaurus akibat
adanya seleksi alam.
2. Jari kaki kuda semula lima buah
untuk menyesuikan diri dengan tanah yang lunak sekarang berjari satu.
3. Adanya kupu-kupu Biston betularia
bersayap gelap lebih banyak dibandingkan yang bersayap cerah di daerah
industri.
4. Adanya variasi paruh burung finch
di kepulauan Galapagos.
5. leher jerapa yang tadinya pendek
karena proses seleksi alam menjadi panjang.
6.manusia yang berpindah-pindah pada jaman purba untuk mencari pasokan
makanan.
2. Adaptasi Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan bentuknya, adaptasi diklasifikasikan menjadi 3, yakni: adaptasi Morfologi (bentuk tubuh), adaptasi Fisiologi ( fungsi kerja tubuh), serta adaptasi tingkah laku (behavioral).
2. Adaptasi Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan bentuknya, adaptasi diklasifikasikan menjadi 3, yakni: adaptasi Morfologi (bentuk tubuh), adaptasi Fisiologi ( fungsi kerja tubuh), serta adaptasi tingkah laku (behavioral).
1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi Morfologi adalah
penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung
sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan
mudah diamati karena tampak dari luar.
Contoh: aneka jenis paruh dan kaki
burung, beragam tipe mulut serangga, aneka ragam jenis akar, batang dan daun
pada tanaman.
Adaptasi morfologi pada hewan
a. Burung
Burung memiliki bentuk kaki yang
berbeda-beda disesuaikan dengan tempat hidupnya dan jenis mangsa yang
dimakannya. Berdasarkan lingkungan dan jenis makanan yang dimakannya, bentuk
kaki burung dikelompokkan menjadi lima,
b.
Serangga
Untuk memperoleh makanannya,
serangga memiliki cara tersendiri. Salah satu bentuk penyesuaian dirinya adalah
bentuk mulut yang bebedabeda sesuai dengan jenis makanannya. Bedasarkan jenis
makanan yang dimakannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu
mulutpengisap, mulut penusuk, mulut penjilat, dan mulut penyerap.
1) Mulut pengisap
Mulut
pengisap pada serangga bentuknya seperti belalai yang dapat digulung dan
dijulurkan. Contoh serangga yang memiliki mulut pengisap adalah kupu-kupu.
Kupu-kupu menggunakan mulut pengisap untuk mengisap madu dari bunga.
2) Mulut penusuk dan penghisap
Mulut
penusuk dan penghisap pada serangga memiliki ciri bentuk yang tajam dan
panjang. Contoh serangga yang memiliki mulut penusuk dan penghisap adalah
nyamuk. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian
menghisap darah. Jadi, selain mulutnya berfungsi sebagai penusuk juga berfungsi
sebagai pengisap.
3) Mulut penjilat
Mulut
penjilat pada serangga memiliki ciri terdapatnya lidah yang panjang dan berguna
untuk menjilat makanan berupa nektar dari bunga, contoh serangga yang memiliki
mulut penjilat adalah lebah.
4) Mulut penyerap
Mulut
penyerap pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang mirip spons
(gabus). Alat ini digunakan untuk menyerap makanan terutama yang berbentuk
cair. Contoh serangga yang memiliki mulut penyerap adalah lalat.
c.
Unta
Unta
hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk
tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian
diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki
punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan
hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.
d.
Bentuk Gigi secara khusus
Gigi
hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar
dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong
yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.
e.
Bentuk Moncong
- Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan.
- Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap.
- Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya.
- Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.
DAFTAR
PUTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar