PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG
Adanya
penjelasan tentang materi yang dipelajari di ilmu alamiah dasar yang perlu
kajian yang objektif dan efektif mengenai beberapa pengertian dan sumber-sumber
yang akan dibahas.
Oleh sebab itu, penjelasan yang efektif
dapat disajikan dengan beberapa metode/hasil dari rangkuman beberapa sumber
dalam satu makalah yang disajikan secara kompleks dan efektif tentang sesuatu
yang berhubungan dengan perkembangan materi IAD.
B.RUMUSAN
MASALAH
1.apa pengertian ilmu
alamiah dasar serta ruang lingkupnya?
2. bagaimana
perkembangan alam pikiran manusia?
3.apa pengertian
mitos,legenda,dan cerita rakyat beserta
contohnya masing-masing?
4. bagaimana cara
manusia memperoleh pengetahuan?
5. bagaimana manusia
begitu mudah menerima mitos?
6.bagaimana membedakan
cara memperoleh pengetahuan yang tidak ilmiah dan yang ilmiah?
7.apa saja
langkah-langkah metode ilmiah?
8.apa saja keunggulan
dan keterbatasan serta peranan metode ilmiah?
C.TUJUAN PENULISAN
1.mengetahui pengertian
ilmu alamiah dasar serta ruang lingkupnya?
2. mengetahui
perkembangan alam pikiran manusia?
3.mengetahui pengertian mitos,legenda,dan cerita rakyat beserta contohnya
masing-masing?
4. mengetahui bagaimana
cara manusia memperoleh pengetahuan?
5.mengetahui bagaimana manusia begitu mudah menerima
mitos?
6.mengetahui bagaimana
membedakan cara memperoleh pengetahuan yang tidak ilmiah dan yang ilmiah?
7.mengetahui langkah-langkah metode ilmiah?
8.mengetahui keunggulan
dan keterbatasan serta peranan metode ilmiah?
PEMBAHASAN
A. Pengertian IAD
Ilmu Alamiah
Dasar merupakan sebuah ilmu yang mengkaji tentang gejala alam semesta, termasuk
yang terjadi di muka bumi ini. Ilmu Alamiah Dasar dapat juga di katakan sebagai
konsep awal terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan semua turunannya,
seperti Biologi, Fisika, dan Kimia. IAD bersifat relatif dan dapat berubah
sesuai dengan kemajuan peradaban manusia. Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahmah
(2006:V) “Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang
konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan teknologi”.
Sehingga terbentuklah sebuah konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (IAD) hanya
mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja.
A.
Ruang Lingkup IAD
1) Konsep dasar
tentang Ilmu alamiah
dasar, meliputi :
1.
Fisika (Physics)
Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda tak hidup
atau mati dari aspek wujud dengan perubahan–perubahan yang bersifat sementara.
Fisika secara klasik dibagi dalam mekanika, panas, bumi, cahaya, gelombang,
listrik, magnet dan teknik mekanika, teknik sipil, teknik listrik, dan termasuk
dalam lingkup besar ilmu bumi dan antariksa.
2.
Kimia (Chemistry)
Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan
tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan–perubahan yang bersifat
tetap. Kimia secara garis besar dibagi menjadi kimia anorganik dan kimia organik. Kedua bagian
itu pada dasarnya membahas dasar keseluruhan, kemudian diikuti analisis
kualitatif dan kuantitatif.
3.
Biologi ( Biological Science )
Ilmu
pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya.
Biologi dibagi atas cabang-cabang antara
lain :
a. Botani
Botani adalah suatu cabang biologi yang
mempelajari tentang seluk beluk tentang tumbuhan. Botani merupakan
salah satu bidang kajian dalambiologi yang
mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologitumbuh-tumbuhan. Dengan
demikian, dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk mempelajari
pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen
biotik dan komponen abiotik, serta evolusi tumbuhan. Orang yang menekuni bidang
botani disebut sebagai Botanis.
b. Zoologi
Zoologi adalah cabang biologi yang
mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan. Ilmu ini
antara lain meliputi anatomi
perbandingan,
psikologi hewan, biologimolekular, etologi, ekologiperilaku, biologievolusioner, taksonomi, dan paleontologi. Kajian ilmiah
zoologi dimulai sejak sekitar abad ke-16.
c. Morfologi
Morfologi adalah suatu studi tentang struktur luar atau
bentuk luar makhluk hidup. Morfologi dipakai oleh berbagai cabang ilmu. Secara
harfiah, morfologi berarti 'pengetahuan tentang bentuk' (morphos).
Berikut beberapa ilmu yang menggunakan nama morfologi:
·
Morfologi (biologi), ilmu tentang bentuk organisme, terutama hewan dan tumbuhan
dan mencakup bagian-bagiannya.
·
d. Anatomi
Anatomi adalah suatu studi tentang struktur – dalam atau
bentuk–dalam makhluk hidup. Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia,
dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) adalah
cabang dari biologi yang
berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga
anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa
cabang ilmu anatomi adalah anatomi
perbandingan, histologi, dan anatomi manusia
.
e. Fisiologi
Fisiologi adalah suatu studi tentang fungsi bagian tubuh
atau organ makhluk hidup. Fisiologi adalah turunan biologi yang
mempelajari bagaimana
kehidupan berfungsi
secara fisik dan kimiawi. Istilah ini
dibentuk dari kataYunani Kuna
φύσις, physis, "asal-usul" atau "hakikat", dan
λογία, logia, "kajian". Fisiologi menggunakan berbagai
metode ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ,
dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya untuk
mendukung kehidupan.
f. Sitologi (
Biologi Sel )
Sitologi adalah suatu studi tentang sel secara mendalam
meliputi struktur molekuler dan lain–lain. Biologi sel (juga disebut
sitologi, dari bahasa
Yunani kytos, "wadah") adalah ilmu yang
mempelajari sel. Hal yang
dipelajari dalam biologi sel mencakup sifat-sifat fisiologis sel
seperti struktur dan organel yang
terdapat di dalam sel, lingkungan dan antaraksi sel, daur hidup sel, pembelahan sel dan fungsi sel (fisiologi), hinggakematian sel. Hal-hal
tersebut dipelajari baik pada skala mikroskopikmaupun
skala molekular, dan sel biologi
meneliti baik organisme bersel
tunggal seperti bakteri maupun
sel-sel terspesialisasi di dalam organisme multisel seperti manusia.
ALAM PIKIR MANUSIA DAN
PERKEMBANGANNYA
A.
Hakekat Manusia dan Sifat Keingintahuannya
1.
Hakekat Manusia
Manusia dengan kemampuan berpikir
dan bernalar, dengan akal serta nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat
yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya. Akal
bersumber pada otak dan budi bersumber pada jiwa. Oleh karena itu, sejalan
dengan perkembangannya manusia memanfaatkan akal budi yang dimilikinya dan juga
ditunjang dengan rasa ingin tahu (kuriositas), maka berkembanglah pula ilmu
pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan pengetahuan pun lebih
berkembang lagi manakala ditunjang dengan adanya tukar menukar informasi antar
manusia.
Manusia sebagai makhluk yang
memiliki kelebihan dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Beberapa
kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya antara lain:
a.
Manusia sebagai makhluk berpikir dan
bijaksana (Homo sapiens) yang dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya
terhadap lingkungannya.
b.
Manusia sebagai pembuat alat karena
sadar akan keterbatasan inderanya.
c.
Manusia dapat berbicara (Homo
Langues) baik secara lisan maupun tulisan.
d.
Manusia dapat hidup bermasyarakat
(Homo sosius) dan berbudaya (Homo Humanis).
e.
Manusia dapat mengadakan usaha (Homo
Economicus).
f.
Manusia mempunyai kepercayaan dan
beragama (Homo religious).
2.
Sifat Keingintahuan Manusia
Binatang mempunyai insting untuk
kelangsungan hidupnya, memperoleh makanan, serta hal-hal lainnya. Aktivitas
tersebut tidak berubah dari waktu ke waktu dan dinyatakan sebagai rasa
keingintahuan yang tidak berkembang atau biasa disebut idle curiousty.
Sedangkan manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran,
pemikiran logis, dan analis. Oleh karena itu, manusia memiliki rasa ingin tahu
yang selalu berkembang yang biasa disebut dengan curiousity.
B.
Perkembangan Fisik, Sifat dan
Pikiran Manusia
1.
Perkembangan Fisik Manusia
Manusia
sebagai makhluk memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Maskoeri Jasin, 2008: 1)
a.
Memiliki organ tubuh yang kompleks
dan sangat khusus terutama otaknya.
b. Mengadakan metabolisme atau
penyusunan dan pembongkaran zat, yakni ada zat yang masuk dan keluar.
c.
Memberikan tanggapan terhadap
rangsangan dari dalam dan luar.
d. Memiliki potensi untuk berkembang.
e.
Tumbuh dan berkembang.
f.
Berinteraksi dengan lingkungannya.
g. Bergerak
2.
Perkembangan Sifat dan Pikiran Manusia
Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan
perkembangan umur dan waktu dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra
sejarah manusia hidup dari berburu dan berladang yang berpindah dari satu
tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi petani dan peternak yang
menetap. Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan
alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan
alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini. Berikut ini,pengelompokan
perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa.
a. Masa bayi (0 – 2 Tahun)
Masa
bayi menurut psikologi disebut juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode
ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan,
berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan –
gerakan anggota tubuhnya,ia belajar memadukan keterangan – keterangan melalui
semua alat inderanya.
b. Masa Kanak – kanak ( 3 – 5 Tahun )
Masa kanak – kanak disebut sebagai periode praoperasional,
dengan kisaran usia 2 – 7 tahun. Pada periode ini,dorongan keingintahuannya
sangat besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya.
Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan.
Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang–
lambang,seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong.
c. Masa Usia Sekolah ( 6 – 12 Tahun )
Masa
ini disebut juga sebagai periode operasional nyata,dengan kisaran usia 7-11
tahun. Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik,
dan motorik yang baik. Para ahli psikologi menyebut juga masa ini sebagai “masa
tenang”, karena proses perkembangan emosional si anak telah mendapatkan kepuasan
maksimal sesuai dengan kemampuan individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan
dan percobaan), walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.
d. Masa Remaja ( 13 – 20 Tahun )
Periode
ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun
dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang
dewasa,padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan
nalar serta berhipotesis.
e. Masa dewasa ( > 20 Tahun )
Masa
dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka
mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai
anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung
jawab.
PENGERTIAN
MITOS,LEGENDA,DAN CERITA RAKYAT
Mitos atau mite (myth)
adalah cerita prosa rakyat yang di tokohi oleh para dewa atau makhluk setengah
dewa yang terjadi di dunia lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap
benar-benar terjadi oleh yang punya cerita atau penganutnya. Mitos juga
disebut Mitologi, yang kadang diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang
dianggap benar-benar terjadi dan bertalian dengan terjadinya tempat, alam
semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Mitos juga merujuk
kepada satu cerita dalam sebuah kebudayaan yang dianggap
mempunyai kebenaran mengenai suatu peristiwa yang pernah terjadi pada masa dahulu.
BEBERAPA CONTOH-CONTOH MITOS:
- Tertimpa cicak tandanya sial . Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak.
- Wanita tidak boleh duduk di depan pintu pamali . Zaman dahulu wanita masih menggunakan rok, belum ada yang memakai celana. Jadi, kalau ada wanita yang duduk di depan pintu pasti akan terlihat…ya gitu deh. Pasti banyak mengundang hawa nafsu.
Sebuah kisah sejarah tradisional (atau kumpulan cerita terkait) populer
dianggap benar tetapi biasanya berisi campuran fakta dan fiksi.
Contoh legenda:
Tangkuban perahu, lutung kasarung,dll.
CERITA RAKYAT
Contoh:
Raden keansantang, jaka tingkir, dll.
CARA
MANUSIA MEMPEROLEH PENGETAHUAN
Pengetahuan manusia dimulai dari rasa ingin tahu
manusia itu sendiri. Rasa ingin tahu ini sudah dimiliki manusia sejak kecil.
Banyak cara untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia. Anak yang belum dapat
bertanya senang mencoba-coba hal yang tidak diketahuinya. Sebagai contoh, anak
kecil senang memasukan barang-barang ke dalam mulutnya hanya untuk memuaskan
rasa ingin tahunya. Di tahap selanjutnya anak-anak akan banyak bertanya
contohnya “itu apa?”, “ini bagaimana?” itu hal yang lumrah dilewati oleh manusia
untuk pengembangan diri. Rasa ingin tahu tersebut akan terpuaskan bila
diperoleh pengetahuan yang dia pertanyakan dengan hal yang benar.
MANUSIA
BEGITU MUDAH MENERIMA MITOS
Beberapa faktor yang menyebabkan mitos dan beberapa
hal berikutnya dapat timbul ialah :
1. Keterbatasan pengetahuan manusia, pada umunya manusia memperoleh informasi dari cerita orang yang mengetahui akan suatu hal. Kemudian hal ini bepindah telinga kepada manusia yang lain. yang menjadi masalah adalah kebenaran tentang informasi atau pengetahuan yang muncul dan telah menyebar tersebut.
2. Keterbatasan manusia dalam menalarkan sesuatu, ini dikarenakan kemampuan berpikir manusia pada saat itu masih latih. Sehingga pemikiran yan dihasilkan dapat benar dan dapat pula salah.
3. Keingintahuan manusia yang telah terpenuhi untuk sementara, mengadung pengertian bahwa ketika manusia tlah mampu menalarkan sedikit hal yang ada dalam pikirannya maka disitulah letak kepuasan manusia yang diterimanya secara intuisi.
4. Keterbatasan alat indera manusia, selain beberapa hal diatas keterbatasan manusia terhadap bagaimana Ia menggunakan alat inderanay masih terbatas sehingga jangkauan yang sangat detail dalam suatu penciptaan hal yang baru masih bisa diragukan.
CARA
MEMPEROLEH PENGETAHUAN ILMIAH DAN NON ILMIAH1. Keterbatasan pengetahuan manusia, pada umunya manusia memperoleh informasi dari cerita orang yang mengetahui akan suatu hal. Kemudian hal ini bepindah telinga kepada manusia yang lain. yang menjadi masalah adalah kebenaran tentang informasi atau pengetahuan yang muncul dan telah menyebar tersebut.
2. Keterbatasan manusia dalam menalarkan sesuatu, ini dikarenakan kemampuan berpikir manusia pada saat itu masih latih. Sehingga pemikiran yan dihasilkan dapat benar dan dapat pula salah.
3. Keingintahuan manusia yang telah terpenuhi untuk sementara, mengadung pengertian bahwa ketika manusia tlah mampu menalarkan sedikit hal yang ada dalam pikirannya maka disitulah letak kepuasan manusia yang diterimanya secara intuisi.
4. Keterbatasan alat indera manusia, selain beberapa hal diatas keterbatasan manusia terhadap bagaimana Ia menggunakan alat inderanay masih terbatas sehingga jangkauan yang sangat detail dalam suatu penciptaan hal yang baru masih bisa diragukan.
Pengetahuan
dapat diperoleh kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah
dan ilmiah. Pada pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal
sehat, intuisi, prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.
- Akal sehat
Menurut
Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3) akal sehat adalah serangkaian konsep
dan bagian konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan.
- Intuisi
Intuisi
adalah penilaian terhadap suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan
sendirinya.
- Prasangka
Pengetahuan
yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang
melakukannya kemudian membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu
luas. Dan menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
- Penemuan coba-coba
Pengetahuan
yang ditemukan dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali
dengan usaha coba-coba atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan
tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara
pemecahan masalahnya tidak selalu sama.
Pendekatan Ilmiah
Pendekatan
ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur
dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori
terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan
atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin
memastikan kebenarannya.
LANGKAH-LANGKAH
OPERASIONAL METODE ILMIAH
Langkah-langkah operasionalnya adalah sebagai berikut
:
1) Perumusan masalah; yang
dimaksud dengan masalah di sini adalah merupakan pernyataan apa, mengapa,
ataupun bagaimana tentang objek yang diteliti. Masalah ini harus jelas
batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2) Penyusunan hipotesis;
yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu perny ataan yang menunjukkan
kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh
pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat dipandang sebagai jawaban sementara
dari permasalahan yang harus diuji kebenarannya dalam suatu observasi
atau eksperimentasi.
3) Pengujian hipotesis;
yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang
telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang
mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta-fakta ini dapat diperoleh
melalui pengamatan langsung dengan mata atau melalui teleskop atau dapat juga
melalui uji coba atau eksperimentasi.
4) Penarikan kesimpulan;
penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari
fakta-fakta (data), untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima
atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima bila fakta-fakta yang terkumpul itu
mendukung pernyataan hipotesis. Bila fakta-fakta pernyataan hipotesis.
Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah
diuji secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.
Keseluruhan langkah tersebut di atas harus ditempuh melalui urutan yang
teratur, di mana langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya.
Dari keterangan-keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu
pengetahuan merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, berlaku umum
dan kebenarannya telah diuji secara empiris.
Keunggulan, Keterbatasan serta
Peranan Metode Ilmiah
Keterbatasan
Kita mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil
kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan. Pancaindera juga mempunyai
keterbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta atau fenomena, sehingga
kesimpulan yang diambil dari fakta-fakta yang keliru juga akan keliru.
Kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan ilmiah tetap ada. Oleh karena itu,
semua kesimpulan ilmiah atau kebenaran ilmu pengetahuan termasuk Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) bersifat tentative artinya, suatu pendapat yang
disimpulkan dengan menggunakan metode ilmiah diakui sebagai “benar” selama
belum ada pendapat baru yang dapat menolak kesimpulan itu. Sebaliknya, apabila
telah ditemukan kebenaran ilmiah yang dapat menolak kebenaran terdahulu maka
pendapat terbarulah yang diakui sebagai kebenaran, sehingga tidak mustahil
suatu kesimpulan ilmiah bisa saja berubah sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan itu sendiri. Tidak demikian halnya dengan pengetahuan yang didapat
dari wahyu illahi. Kebenaran dari pengetahuan ini bersifat mutlak, artinya
tidak akan berubah sepanjang masa.
Metode ilmiah memang tidak sanggup menguji adanya Tuhan;
metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan berkenaan
dengan baik dan buruk atau sistem nilai, juga tidak dapat menjangkau tentang
seni dan keindahan.
Keunggulan
Ilmu
pengetahuan (termasuk IPA) yang sifatnya objektif, metodik, sistematik dan
berlaku umum akan membimbing kita pada sikap ilmiah yang terpuji sebagai
berikut :
· Mencintai kebenaran yang objektif,
bersikap adil, dan semua akan menjurus ke arah hidup yang bahagia.
· Menyadari kebanaran itu tidak
absolut; hal ini dapat menjurus ke arah mencari kebenaran itu terus menerus.
· Orang tidak percaya pada tahayul,
astrologi maupun untung-untungan karena segala sesuatu di alam semesta ini
terjadi melalui suatu proses yang teratur.
· Membimbing untuk ingin tahu lebih
banyak. Ilmu pengetahuan yang kita peroleh tentunya akan sangat membantu pola
kehidupan kita.
· Membimbing untuk tidak berpikir
secara prasangka, tetapi berpikir secara terbuka atau objektif, suka menerima
pendapat orang lain atau bersikap toleran.
· Membimbing untuk tidak percaya
begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang
nyata.
· Membimbing untuk selalu bersikap
optimis, teliti dan berani membuat suatu pernyataan yang menurut
keyakinan ilmiah kita adalah benar.
Peranan metode ilmiah
a.
Untuk memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris
b.
Sebagai landasan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah
c.
Memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar